Monday, November 21, 2016

Noktah malam

Kala irama bermain di udara,
Tiada ku temu titik noktah,
Indah, bahagia,
Tapi tiada seiring apa di jiwa

Persis kelam menyelubung,
Gelapnya di balik kelip bintang,
Hanya berteman kecilan cahaya,
Tampak samar, tapi mungkin jua cukup.
Mungkin.

Lirik dan irama kian rancak bertukar,
Suasana hingar tapi kelam malam jua tempat di tatap,
Apakah jiwa ku hilang bahagia,
Menanti tapi duka yg silih hadir,
Mungkin aku jua cuba bijak mengasihani,
Bukan mencintai..
Maaf..

28/10/2016,12.20pm ,Cartel Cafe,Bangi

Thursday, September 10, 2015

Kiriman Bahagia

Apa kau masih menitis air mata,
Mengenang nasib yang tiada upaya,
Sehingga pasrah yang dikau luah.

Duhai jiwa lara,
Jangan penat merintih pada Yang Esa ,
Kadang sengaja dibiar dikau bersedih duka,
Supaya dikau sedar bukan takdir itu ketentuan manusia biasa.

Renung seketika,
Bukan sengaja dikirim duka,
Saat menangis ka mencari aku yang kontang idea,
Sehingga aku sendiri mati akal menjawab soal tanya.

Apa yang bisa ku bicara pada kamu yang hilang upaya,
"Jika ini kesusahannya, cuma ingatan mengenal syukur di saat bahagia mendatang kelak"
Kerna, Tuhan tidak lupa kiriman bahagia.

(1.12 am, 8/9/2015, Tempat beradu)

Tuesday, September 1, 2015

Lena Malam

Dingin malam meliputi,
Ku kira menjemput lena ke mari,
Tapi yang hadir cuma wajahmu di sini,

Bicara ku kadang tampak merobek hati,
Sungguh... tiada niat seiring pergi,
Kerna mana bisa ia akan ku kunci,
Keluar kata tiada daya ku tarik kembali.

Sungguh jiwa tiada ku isi,
Andai tiada bicara kasih sehidup semati,
Tapi jangan kita menolak takdir Ilahi,
Apa daya kuasa kita tiada setanding Dia Yang Menguasai.

(1.21am. 1/9/2015, Kamar Beradu)

Saturday, November 8, 2014

Tiba-tiba

Dingin bayu menghembus di balik hening malam,
Kaca mata tiada penat merenung,
Bualan yang sepi kini kian rancak membarisi,
Tiada gugup,
yang ada hanya senyum tawa,
dan penuh pesanan buat diri
..

Tiada sedar hati ini,
Sebelumnya mengadu sepi,
tapi seolah riang tiada henti,
Adakah imaji atau realiti hati??



01:31AM,09/11/2014 ,Pangsapuri Anggerik

Tuesday, October 28, 2014

Tikam Belakang

Senyum tawa,
manis ketawa,
riang suka tanpa duka,
tanpa resah,

Semua tampak indah dan bahagia,
namun resam dunia tiada akhirnya,
Dengki , dendam, amarah ,
bercampur gaul bersama..

Bicara silang kata tiada kusut lihatnya,
yang ada cuma kemas dan rapi,
Agar segalanya berjalan dengan hendaknya,
Tapi adakah dia sedar,
Pisau di belakang itu siapa gerangannya,...



12.55am, Pangsapuri Anggerik

Saturday, September 27, 2014

Penat

Melayang pergi melayan hati,
Tidak bisa mengubat diri,
namun siapa kan peduli,

Diulang-ulang kembali,
perasaan silih berganti,
begitu jua rentak hati ini,
tapi manakan bisa dilihat dan difahami,

Puas sudah mencuba,
Puas sudah mengira,
Tapi semua berakhir dengan lara,

Hati mati menunggu si bidadari,
Selak helaian hidup,
tapi tiada penghenti,
Hidup tiada perasaan,
Seolah jasad tiada harapan....

12:07AM,27/9/2014 ,Pangsapuri Anggerik


Tuesday, September 23, 2014

Pesan Diri

Denyut nadi deras mengatur tugas,
Jemari tiada penat merangka,
Bisu kata tiada suara,
Tapi mata penuh ketelitiannya,

Duhai jiwa sunyi,
Jangan mencari andai hati kelak menangisi,
Jangan berharap andai kelak memaki,
Dan jangan menyukai andai kelak memakan diri,

Langkah diri melintasi masa,
Jangan biar jiwa melara,
Mengejar bulan tiada upaya,
Masih bermimpi mengapai Sang Suria..

Tapi tidak salah bermimpi,
Kejarlah duniawi ,
Tpi ukhrawi jangan dilupai....

Pangsapuri Anggerik,(2:19am(24/9/2014),Mood Study Final Exam)